Wednesday, June 12, 2013

PEMBAYARAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)


Teman-teman yang memiliki usaha apotek tidak bisa jauh-jauh dari pembayaran PPN loh.. pusing cara hitungnya. yuk Mari belajar barenggg ^^
A. Perhitungan Pembayaran PPN
Besarnya PPN itu dibayar setiap bulan dan  dihitung dengan cara :
A.1.- Perhitungan Pajak Keluaran dikurangi Pajak Masukan ( PK-PM )
A.2.- Tanpa Perhitungan PK-PM
A.1. PK-PM
PK = PK Dipungut + PK Tidak Dipungut
PM = Semua Pajak Masukan yang telah dipungut oleh pihak penjual, ketika
WP yg PKP, membeli berbagai Barang Kena Pajak (BKP) dan Jasa Kena Pajak (JKP).
Jika total hasil PK-PM = lebih dari nol, maka nilai tersebut harus disetorkan
ke Kas Negara
Jika total hasil PK-PM = nol, maka SPT Masa PPN bulan bersangkutan, diisi NIHIL
dan tetap dilaporkan.
Jika total hasil PK-PM = kurang dari NOL, maka nilai tersebut bisa kita mintakan
restitusi dari Kantor Pajak, atau bisa juga dikompensasikan untuk Masa pajak
bulan berikutnya.
Catatan: Jika Wajib Pajak meminta Restitusi PPN kepada Kantor Pajak, maka
prosedurnya harus diperiksa oleh Kantor Pajak, dan hal ini sangatlah berisiko
tinggi, karena biasanya ada saja perhitungan pajak yang dikoreksi oleh petugas
Pajak
A.2. Tanpa (mekanisme) Perhitungan PK-PM
A.2.1. Berdasarkan Dasar Pengenaan Pajak (DPP) Nilai Lain
- PM Boleh dikreditkan
a. Pemakaian Sendiri
b. Pemberian Cuma-cuma
c. Sektor usaha Rekaman Suara/Gambar, film cerita
d. Persediaan BKP(Aktiva) saat likuidasi perusahaan
e. penyerahan BKP/JKP dari Pusat Ke Cabang
f. Hasil tembakau
g. Voucher hotel
- PM Tidak Boleh Dikreditkan
a. Kendaraan bekas
b. Biro Perjalanan
c. Pengiriman Paket
d. Anjak Piutang
e. Lelang
A.2.2. Norma Penghasilan
a. Pedagang Eceran (PE)
b. RUmah Sakit
c. Toko Emas
RUMAH SAKIT
———–
Instalasi Farmasi (Kamar Obat) pada Rumah Sakit yang melayani
pasien rawat inap, juga melayani pasien rawat jalan, dan
juga melayani penjualan bebas eceran, maka atas penyerahan
(penjualan) obat-obatan oleh Instalasi Farmasi kepada pasien
rawat jalan serta penjualan bebas eceran tetap TERUTANG PPN.
Rumah Sakit yang melakukan penyerahan (penjualan) obat kepada
pasien rawat jalan merupakan PKP (Pengusaha Kena Pajak)
Pedagang Eceran, dan PPN yang harus dibayarkan Rumah Sakit
= 2% x DPP
Pajak Masukan yg dapat/boleh dikreditkan = 80% x Pajak Keluaran
Pajak Keluaran (PK) = 10% x Harga Jual obat
Contoh:
Apotik Madani Farma sudah dikukuhkan sebagai PKP.
Pada bulan Maret 2010 mempunyai peredaran usaha (penjualan bruto)
Rp 40.000.000.
PPN yg harus dibayar adalah
= 20% x 10% x harga jual
= 2% x Rp 40.000.000
= Rp 800.000
Disetorkan lewat SSP paling lambat tgl 15 bulan April 2010
Dilaporkan lewat SPT Masa PPN Maret, paling lambat 20 April 2010.
^^ bye bye

No comments:

Post a Comment

SIPNAP BINFAR

SIPNAP BINFAR
Sistem Laporan Narkotika dan Psikotropika

Share It